nuansa bening umbulnogo, petilasan raden mas Said “pangern samber nyowo”

jernihnya air umbulnogo menyimpan sejarah mataram.
pangeran samber nyowo yang berkelana ketika ia memerintah kerajaan mataram sempat beristirahat di tempat ini bersama para prajuritnya.
terlepas dari sejarah tersebut sekarang umbul nogo dijadikan sebagai tempat mebudidayakan berbagai jenis ikan air tawar. di sekitar sumber ini juga terdapat kolam ikan milik warga sekitar umbul nogo. kolam umbul nogo sendiri dipisahkan ke dua tempat yang berbeda, kolam satu untuk ikan kecil dan kolam yang lain untuk ikan yang telah siap dipanen.
disamping menjadi tempat budidaya ikan umbul nogo juga merupakan sumber air bagi masyarakat kecamatan Manyaran. sumber air disini dipasang PDAM/pam.
melimpahnya air di umbul nogo memiliki banyak manfaat bagi masyarakat umbul nogo khususnya dan kec.mayaran, kab.wonogiri pada umumnya.
eksotis yang dipancarkan alam umbul nogo juga menjadi daya tarik bagi pengunjung meskipun tempat ini tidak digunakan untuk tempat wisata namun sebelum masuk sumber air umbul nogo terdapat kolam renang yang sering dikunjungi para pelancong dari daerah sekitar.

jagung

jagung merupakan hasil bumi masyarakat indonesia yang sangat murah dipasaran petani. di Indonesia jagung terkenal melimpah, harga jagung per kilo di kalangan petani  Rp.1000 – Rp.3000 saja, jagung biasa hasil pertanian masyarakat indonesia berbeda dengan jagung manis yang di import dari luar negri, kualitas jagung indonesia memang kalah di kancah internasional.

kau

beri aku ruang agar aku bisa berekspresi tanpa kau renggut apa yg telah aku ingini

sebuah kebahagiaan tiada yang dapat melawan

kebahagiaan adalah kebebasan

bebas bak merpati yang menari-nari dilazuardi nan elok

bungkam mulutmu, ku tak mau dengar kata-kata itu, telinggaku kan ku tutup rapat !

by: sf

curahan wanita

usah kau merajuk,  karena aku selalu perhatikan apa yang tak kau tau. aku mengerti apa yang tak kau pahami. jika kau berfikir aku cuek. kau tak mengenaliku.

senyum ku bukan berarti aku bahagia, tangis ku pun tak berarti ku sedih

 ah, wanita memang penuh kepura puraan

aku penuh dusta, dusta demi kau bahagia, makan kenyang, tidur pulas itu buat  ku bisa senyum

 

bentang kawasan kars pegunungan sewu

MUSEUM KARS INDONESIA CERMINAN KARS BANGSA

Museum Kars Indonesia merupakan hasil dari pengembangan aset sumber daya alam yang berada di Kawasan Kars Pegunungan Sewu (Pegunungan Seribu). Pada tanggal 6 Desember 2004 di Kabupaten Gunung Kidul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, INDPresiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, menetapkan Kawasan Kars Gunung Sewu sebagai Kawasan Eco karst. Kemudian pada akhir tahun 2005 dikeluarkan Intruksi Preiden Nonor 16 tentang Kebujakan Pembangunan Kebudayaan Dan Pariwisata, diantaranya mengintruksikan kepada Mentri Energi Dan Sumber Daya Mineral untuk mengembangkan Kawasan Karst sebagai daya tarik wisata. Berdasar hal tersebut tahun 2008 Departmen ESDM c.q Badan Geologi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Wonogiri telah membuat kesepakatan bersama, yang pada prinsipnya bersepakat untuk mewujudkan terbangunnya Museum Kars Indonesia. Tanggal 30 juni 2009 Museum Kars Indonesia diresmikan oleh Presiden RI dengan ditandatanganinya Prasasti Museum Kars Indonesia di Kabupaten Sragen Jawa Tengah, bersama dengan Peresmian Techo Park Industry di Sragen.

 

Museum Kars Indonesia terletak di Desa Gebang Harjo, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri; kurang lebih 45km dari kota Wonogiri.

Konsep pembangunan Museum Kars Indonesia memadukan bngunan fisik dan lingkungan alam disekitarnya merupakan proyeksi dari kegiatan indoor dan outdoor. Kawasan diluar Museum, baik yang terletak di Kabupaten Gunung Kidul (DIY), Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah), maupun Kabupaten Pacitan (Jawa Timur), Termasuk dalam kesatuan ekosistem.

            Kawsan Museum Kars Indonesia mempunyai luas 24,6 Ha yang membentuk lembah diantara bukit-bukit kars yang dikelilingi beberapa

  1. Gua Tembus mempunyai panjang lorong 50m, serta mempunyai dua mulut gua.
  2. Gua Sodong dengan lorong yang panjang mempunyai stalaktit dan stalakmit yang masih hidup, dan mempunyai sungai bawah tanah serta sumur air yng telah dimanfaatkan oleh Masyarakat Dusun Mudal.
  3. Gua Potro-Bunder mempunyai batuan stalaktit dan stalakmit dan kristal kalsit yang khas.
  4. Luweng Sapen merupakan luweng vertikal dengn sungai bawah tanah yang telah diturap untuk memenuhi kebutuhan warga dan Museum Kars Indonesia.
  5. Gua Gilap merupakan bentukan dolina dengan tebing vertikal sert mempunyai tebing stalaktit yang unik dan mempunyai gua didasar dolina yang belum tereksplorasi.
  6. Disamping itu ad dua gua kecil (ceruk), yaitu gua mrica dan gua sonya ruri. 1

[1]

Berdasarkan sumber lisan metode wawancara permasalahan yang dihadapi oleh Museum Kars Indonesia diantaranya adalah kurang nya penerangan pada gua-gua kawasan Kars tersebut, hal tersebut menjadi alasan enggan nya pengunjung untuk masuk dalam gua yang memiliki lorong panjang selain gelap gua juga licin karena tetesan dari stalaktit gua.

jarang ada transportasi umum yang melintas sekitar kawasan Kars kecuali ini mbus jurusan Yogyakarta-Batu (wonogiri) juga menjadi kendala kenajuan Museum Karst Indonesia karena pengunjung tidak dapat mengakses jalur menuju museun jika menggunakan transportsi umum.

Upaya meningkatkan kualitas Museum Kars Indonesia tidak pernah berhenti, berbagai pembangunan telah dilaksanakan setelah berdirinya bangunan utama dari Museum Kars Indonesia

Upaya tersebut antara lain pembangunan WC umum dan perbaikan jalan akses menuju gua-gua kawasan Kars, rencana pembangunan lima jagad spiritual yang merupakan tempat bersembayang lima agama di Indonesia. Pembngunan yang sudah terlaksana dia antaranya ialah Masjid dan Pura.

 

 


[1] Panduan Museum Karst Indonesia (wonogiri:mseum kars indonesia, 2013),hlm 1-12