maaf

Ternyata aku tak sesetia yang aku dan kamu harapkan, rasa bersalah menyelimuti tubuh ku bila aku melihat binar mata mu. Maafkan aku ternyata aku tak setia seperti bagaimana yang kita harapkan. Masa lalu itu memanggil-manggil, ia menginginkan aku menoleh tatkala kamu tak di sampingmu. Aku telah menoleh kepada masa lalu itu, sungguh niatan ku tak ada namun ia terus memanggil sembari kesakitan, sebelum aku menemukan pundak mu untuk bersandar aku mencari-cari nya untuk kembali pulang namun ia tetap tak mau kembali. Sekarang ia ingin kembali, aku teringat kebersamaan ku dengan nya. Begitu indah sungguh. Rasa sakit yang ia toreh kan di hati ku kala itu luntur dengan ingatan ku kala hati ku dan hati nya merasakan getaran yang sama. Aku tau kau merasakan sakit yang teramat dalam, namun sadarilah kau sendiri yang bilang kau tak akan memaksa ku mencintai ku setulus aku mencintai masa lalu ku. Bagi ku kau tempat bersinggah sementara ketik aku kehilangan pegangan. Terimakasih telah memberi ku ruang di celah hati mu kau begitu baik semoga engkau mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari ku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s